Kota Bogor

Minggu, 13 September 2020 - 06:21 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Bima Arya Kritik Kebijakan Jokowi, 6 Bulan Lalu Harusnya Lockdown, Kini Situasi Makin Sulit

HALOBOGOR.id — Wali Kota Bogor Bima Arya melihat bahwa menaiknya pasien Covid-19 sampai hari ini tidak akan terjadi jika orang nomor satu di Indonesia Presiden Joko Widodo sejak pertama pandemi mengambil kebijakan lockdown. Bima menjelaskan, kebijakan lockdown di tengah angka kasus yang kian hari semakin naik hanya bisa membuat kehidupan masyarakat semakin sulit,

“Kalau saja 6 bulan lalu, 5 bulan lalu, atau 3 bulan pertama serempak presiden sampaikan nomor 1 kesehatan, kita lockdown semua, luar biasa itu,” beber Bima dalam diskusi bertajuk PSBB Lagi?, Sabtu (12/9).

Bima menilai, saat sekarang dilakukan lockdown, maka harus ada perhitungan matang untuk membantu ekonomi rakyat. “Data ekonomi di bawah sangat mengerikan,” terangnya.

Oleh sebab itu, Bima menilai pemerintah pusat telah melewatkan momen emas untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Apalagi pemutusan dilakukan ketika wabah baru masuk, maka prosesnya tidak serumit ketika sudah semasif sekarang.

“Menurut saya begitu, tapi better late than never, artinya sekarang yang diperlukan adalah kewenangan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menuturkan, sejak awal Covid-19 terdeteksi masuk ke Indonesia, dia menyebut telah meminta Kementerian Perhubungan untuk menutup bandara dari penerbangan internasional khususnya Tiongkok.

Tetapi, usulan tersebut ditolak, dengan alasan 40 persen turis yang datang berasal dari Tiongkok. “Betul kata Pak Wali Kota (Bima Arya) tadi. Dulu itu saya setengah mati lockdown, sampai hari inipun mazhab saya masih lockdown,” imbuhnya.

Agus menjelaskan, sulit kedepannya melakukan tracing dan pengujian apabila tida dilakukan lockdown. Sebab, pergerakan orang akan terus terjadi.

“Lalu bagaimana, biaya sudah dikeluarkan sangat besar dan hampir tidak bisa membereskan ini, kemudian tenaga juga sudah habis-habisan, akhirnya orang berargumentasi,” bebernya.

(hal/halobogor)

Artikel ini telah dibaca 692 kali

Baca Lainnya