Ikuti kami

News

Wabup Bandung Barat Perkenalkan Sekolah Ibu, Hengky Akui Terinspirasi dari Bogor

Arif

Diterbitkan

pada

Wisuda peserta Sekolah Ibu (dok. Pemkot Bogor)
Bagikan ke

HALOBOGOR.id–Kasus perceraian yang perlu ditekan membuat Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat Hengky Kurniawan perkenalkan Sekolah Ibu. Ya, Program ini diharapkan mampu menekan kasus tersebut mengacu pada yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor.

Program ini di Bogor didirikan berawal dari keresahan masyarakat akan fenomena sosial, salah satunya yaitu tingginya angka perceraian di Kota Hujan itu. Sekolah Ibu di Bogor berjalan mulai pertengahan Juli 2018.

“Sekolah Ibu di Kota Bogor kami inisiasi berawal dari keresahan masyarakat terhadap berbagai fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Semakin tingginya angka perceraian, maraknya tawuran pelajar, narkoba, dan lain-lain. Kami (PKK Kota Bogor) melihat fenomena tersebut diakibatkan oleh melemahnya peran dan fungsi keluarga dalam masyarakat,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian, Minggu (30/12/2018).

“Pak Hengky memang sempat studi banding ke Kota Bogor. Dan saat itu banyak testimoni dari Para Peserta Sekolah Ibu bahwa setelah mengikuti Sekolah Ibu mereka lebih mudah berkomunikasi dan memahami suami dan anak-anak. Sehingga keharmonisan dalam rumah tangga terbangun,” lanjutnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembobol Mesin ATM di Kawasan Puncak Bogor

Kegiatan pembelajarannya di Bogor dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yakni Senin dan Kamis pada pukul 13.00 WIB menggunakan aula pada setiap kelurahan. Materi yang diberikan di Sekolah Ibu terdiri dari 3 bab dengan total 18 modul.

Bab yang diajarkan mencakup Menuju Gerbang Pernikahan (Bab I), Membangun Keluarga Bahagia (Bab II), dan Membangun Generasi Unggul (Bab III).

“Sekolah Ibu di Kota Bogor bekerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) dalam hal penelitian. Kami melaksanakan pre dan post agar terlihat bagaimana fungsi dalam keluarga sebelum dan sesudah mengikuti program Sekolah Ibu,” ucap Yane.

Khusus di Kota Bogor, besaran anggaran yang disepakati antara DPRD dan Pemkot mengenai Sekolah Ibu sebesar Rp 4,080 miliar. Sebanyak 1.020 peserta Sekolah Ibu Angkatan II juga sudah diwisuda pada Jumat (28/12) oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. Selain itu, ternyata Institut Pertanian Bogor (IPB) turut diajak bekerja sama dengan terkait penelitian.

Sebelumnya, pada Juli 2018 lalu, Pemkot Bogor meresmikan Sekolah Ibu yang pertama di Indonesia. Melalui program ini diharapkan mampu menekan permasalah di keluarga seperti halnya perceraian.

“Persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat,” ujar Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor Yane Ardian, Selasa (17/7).

Pertama kali berdiri, jumlah pengajarnya ada 68 orang dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga.

(rif/halobogor)

pasang iklan halobogor

Bagikan ke

Trending