Kriminal

Minggu, 6 Januari 2019 - 07:00 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Dicabuli Pimpinan Ponpes Sebanyak 5 Kali, Santriwati Datangi Mapolres Lebak

HALOBOGOR.id — Seorang santriwati berinisial SNH (18) pondok pesantren di Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten bersama keluarganya mendatangi Mapolres Lebak, Rabu (2/1/19) terkait kasus dugaan pencabulan yang menimpa dirinya.

Kedatangan SNH ke Mapolres Lebak bersama tim kuasa hukumnya, bermaksud melaporkan perbuatan bejat yang diduga dilakukan AA terhadap dirinya secara berulang kali.

Ditemui di Mapolres Lebak, SNH menuturkan, perbuatan cabul yang dilakukan AA itu dilakukan sejak tahun 2017 hingga tahun 2018.

“Hari ini, ada dua orang yang dimintai keterangan, yakni korban dan ayahnya. Mereka sekarang sedang di dalam (ruangan unit PPA) untuk dimintai keterangan ,” kata kuasa hukum SNH, Dimas Maulana di Mapolres Lebak, Kamis (3/1/19).

Setelah bertemu dengan penyidik di Unit II kata Dimas, pihaknya kemudian di arahkan ke penyidik di mapolsek Leuwidamar. Sebab kata Dimas, permasalahan perkara itu sesuai keterangan yang dirinya peroleh bersama tim PBH, sudah ada Berita Acara Pemerikasaan (BAP) di Polsek tersebut.

“Maka kami langsung ke mapolsek Leuwidamar, katanya sudah ada BAP soal perkara tersebut di mapolsek Leuwidamar. Kami datang ke sana (Polsek) tidak bertemu dengan Kapolsek dan Kanit Reskrimnya, informasi yang kami dapat dari anggota polisi yang piket jaga, Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Leuwidamar sedang ada kegiatan ke wilayah Kecamatan Sobang,” ungkapnya.

Baca Juga: PT Pertamina Turunkan Harga BBM, Ini Rincian Penurunan Harganya dari Pertamina

Sementara itu, Wakapolres Lebak Kompol Asep Saepudin Juhri menegaskan, Polres Lebak bergerak cepat dalam menangai kasus dugaan perzinahan yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan ponpes.

Kendati demikian, Kompol Asep menegaskan bahwa pihak kepolisian bertindak sesuai dengan prosedur dalam melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan.

“Kami komitmen melayani masyarakat dengan cepat dan profesional. Tapi, kita harus patuhi prosedurnya agar tidak melanggar hukum,” ucapnya.

SNH masuk pesantren tahun 2015. Ia mengaku dinodai pimpinan ponpes pada tahun 2018. Awalnya cuma dada, lama-lama sampai paha.

Saat itu AA mendatangi kamar SNH. AA beralasan ingin memijat leher korban supaya suaranya bagus saat mengaji. Namun, AA kemudian menggerayangi bagian dada korban. Peristiwa itu berulang kali dilakukan, lantaran korban tidak berani berontak.

Pada Agustus 2018, AA memanggil SNH masuk ke dalam kamarnya. Kali ini, AA beralasan akan mengecek hafalan anak didiknya. Namun, SNH dipaksa melakukan hubungan intim. Hingga November 2018, AA telah melakukan hubungan badan dengan SNH sebanyak lima kali.

(mgp/halobogor)

pasang iklan halobogor

Baca Lainnya
x