News

Jumat, 18 Januari 2019 - 18:55 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Terpidana Teroris Abu Bakar Ba’asyir akan Bebas Pekan Depan

HALOBOGOR.id–Terpidana teroris Abu Bakar Ba’asyir akan bebas dari Lapas Gunung Sindur, Bogor pekan depan. Menurut informasi, hal ini mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kesehatan Abu Bakar Ba’asyir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan salah satu pertimbangannya adalah kemanusiaan. Selain itu, kondisi kesehatan Abu Bakar Baasyir juga menjadi alasan.

“Faktor kemanusiaan. Artinya, beliau sudah sepuh. Ya faktor kemanusiaan. Termasuk kondisi kesehatan,” kata Jokowi, Jumat (18/1/2019).

“Ini pertimbangan yang panjang, pertimbangan sisi keamanan dengan Kapolri, pakar, dan terakhir dengan Pak Yusril,” katanya.

Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Pas Kemenkum HAM) Ade Kusmanto, ada tiga opsi yang memungkinkan Ba’asyir dibebaskan dari masa kurungan.

“Yang jelas, Ustaz ABB (Abu Bakar Ba’asyir) bisa bebas melalui bebas murni, bebas bersyarat, dan grasi presiden dengan alasan kemanusiaan,” sebut Ade seperti dikutip halobogor.id.

Jika disebut bebas murni, hal tersebut belum dapat dilakukan, pasalnya masa hukuman normal Ba’asyir adalah 15 tahun penjara atau sampai akhir Desember 2023. Terkait bebas bersyarat, Ba’asyir masih belum menandatangani surat pernyataan sebagai salah satu syarat. Padahal, syarat lainnya adalah telah menjalani hukuman selama dua pertiga dari yang ditetapkan telah dilewati Ba’asyir.

“Jika melalui mekanisme PB (pembebasan bersyarat), menurut perhitungan dua pertiga masa pidananya pada tanggal 13 Desember 2018. Tetapi masalahnya, Ustaz ABB sampai saat ini belum berkenan menandatangani surat pernyataan dan jaminan sebagai salah satu persyaratan PB,” kata Ade.

Baca Juga: Jalani Pengobatan di Malaysia, Ustad Arifin Ilham Membaik

Serta pilihan lainnya adalah grasi. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jawa Barat Abdul Haris berbicara mengenai kemungkinan pilihan terakhir itu.

“Paling grasi bisa atau dia kan sakit permanen, memungkinkan,” ucap Abdul.

Seperti diketahui, Abu Bakar Ba’asyir divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang pada Juni 2011 lalu. Ia dinyatakan bersalah terkait merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

(rif/halobogor)

pasang iklan halobogor

Baca Lainnya
x