News

Jumat, 8 Februari 2019 - 23:27 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Mobil Dinas

Mobil Dinas

Polemik Rp1,2 Miliar Mobil Dinas Pemkab Bogor, Dapat Apa Jika Digunakan untuk Infrastruktur di Kabupaten Bogor?

HALOBOGOR.id — Para direksi legislatif yang ada di Kabupaten Bogor angkat bicara perihal polemik pengadaan mobil dinas (mobdin) untuk Bupati Bogor yang dianggap terlalu fantastis.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Saptariyani menilai bahwa harga Rp1,2 miliar kemahalan untuk ukuran kendaraan dinas pejabat Pemkab Bogor.

“Percuma kita bicara yang lain kalau infrastruktur, pendidikan belum terselesaikan. Memang masalah itu tidak bisa terselesaikan dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya, Kamis (7/2/2019).

Saptariyani beranggapan jika anggaran Rp1,2 miliar akan lebih bermanfaat jika dialihkan ke sektor lainya seperti infrastruktur pendidikan dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jika di konversi, per unit RTLH dijatah Rp10 juta, maka pemerintah mampu menyelesaikan 120.000 unit RTLH.

Baca Juga: Rencana Aksi DPP Pemnas di Bogor Beredar di Media Sosial

“Kalau buat saya mahal. Yang kita lihat sesuai tidak dengan aturan. Anggaran tidak ujug-ujug ada. Tinggal nanti pertanggungjawabannya, betul tidak fasilitas itu digunakan sesuai fungsinya,” kata Septa.

Selain itu, Direktur Komite Pemantau Legislasi (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah ikut mengkritisi anggaran yang rencananya dialokasikan untuk pengadaan mobdin Bupati Ade Yasin. Syam-sapaanya membeberkan data terkait kondisi infrastuktur pendidikan.

Hingga tahun 2017, ada sebanyak 6.265 ruang kelas SD dan SMP di Bumi Tegar Beriman dengan kondisi rusak. Bukan hanya ruang kelas, sebanyak 68 sekolah tidak memiliki perpustakaan, dan 632 sekolah memiliki perpustakaan tapi dengan kondisi rusak.

Khusus fasilitas toilet, hampir setiap sekolah sudah memiliki. Tapi, 3.222 toilet di antaranya mengalami rusak ringan dan sedang, serta 578 toilet lainnya dalam kondisi rusak berat.

Sebelum menjadi polemik, Bupati Ade Yasin mengaku tidak mau ambil pusing. Menurutnya jika pengadaan mobdin ini menjadi persoalan, ia akan menggunakan mobil pribadinya untuk berdinas.

“Kalau batasan bukan di harga, tapi di cc. Untuk mobdin bupati 3.000 cc. Bagi saya gak masalah, mobil saya bisa dipake juga buat dinas,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Ia memaklumi jika pengadaan mobil dinas ini sempat mengalami gagal lelang di tahun anggaran 2018. Hal itu menurutnya dikarenakan penganggarannya yang sudah mepet, yakni pada APBD Perubahan 2018.

Jadi, jika anggaran dana mobil sebesar Rp1,2 Miliar maka jika dialihkan ke infrasruktur di Kabupaten Bogor dapat apa? Berikut rinciannya.

Versi Kopel Indonesia

  •  Perbaikan satu ruang kelas SMP butuh: Rp90 juta

Menggunakan Rp1,2 miliar bisa memperbaiki 13 ruang kelas SMP

  •  Pembangunan satu perpustakaan butuh: Rp296 juta

Menggunakan Rp1,2 miliar bisa membangun empat perpustakaan

  •  Pebangunan satu toilet Sekolah butuh: Rp48 juta

Menggunakan Rp1,2 miliar bisa membangun 25 toilet sekolah baru

  •  Ruang Kelas Rusak dan Kekurangan Ruang Kelas di SD dan SMP Kabupaten Bogor

(Tahun 2017)

Ruang Kelas Rusak : 6.265 kelas

Tidak Memiliki Perpustakaan :  68 sekolah

Perpustakaan Rusak : 632 sekolah

Toilet Rusak Ringan dan Sedang : 3.222 toilet

Toilet Rusak Berat : 578 toilet

Sumber: Kopel Indonesia

Versi Disdik Kabupaten Bogor

  •  Perbaikan satu ruang kelas SMP butuh: Rp340 juta

Menggunakan Rp1,2 miliar bisa memperbaiki tiga ruang kelas SMP.

  •  Pembangunan satu perpustakaan butuh: Rp325 juta

Menggunakan Rp1,2 miliar bisa membangun tiga perpustakaan.

  • Pembangunan satu toilet sekolah butuh: Rp140 juta

Menggunakan Rp1,2 miliar bisa membangun delapan toilet sekolah baru.

Sumber: Disdik Kabupaten Bogor

(ris/rb/halobogor)

pasang iklan halobogor

Baca Lainnya
x