Ikuti kami

News

Cerita Warga Ciampea Bogor Diperas Pegawai DPKPP, Diminta Uang Rp1,5 Juta untuk Urus IMB

Diterbitkan

pada

Ilustrasi Pungli
Bagikan ke

HALOBOGOR.id — Salah satu pria bernama Wildan Hidayat (41) warga Ciampea, Kabupaten Bogor mengeluh karena dipungli oleh salah seorang pegawai DPKPP saat mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ia merasakan jika proses birokrasi yang rumit hingg berujung pungutan liar. Pasalnya, untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dia dipungut uang pelicin Rp1,5 juta oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

Wildan menceritakan pengalaman pahitnya kepada Pojokbogor, Senin (25/2/2019).

Baca Juga: Polemik Rp1,2 Miliar Mobil Dinas Pemkab Bogor, Dapat Apa Jika Digunakan untuk Infrastruktur di Kabupaten Bogor?

Dalam penjelasannya ia mengaku, ditawari jasa pembuatan gambar oleh oknum pegawai DPKPP untuk mendapatkan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

“Padahal saya sudah bawa gambar. Terus katanya salah. Terus dibikinlah sama salah satu staf. Ada tampak depan, samping, detail atas bawah dan lainnya, sesuai maksud saya,” kata Wildan.

Pada 25 Februari Wildan kembali datang ke dinas tersebut. Namun, gambar yang dia bawa tersebut ditolak, dengan alasan gambar harus menggunakan pulpen.

“Padahal sebelumnya saya sudah tiga kali bolak-balik dinas itu, tidak ada satupun yang bilang gambar harus pakai pulpen. Terus diminta rangkap tiga. Kalau memang pakai pulpen kan, sudah ada foto copy,” katanya.

Kata Wildan, kemudian datang salah seorang pegawai DPKPP mengenakan seragam coklat menawarkan jasa kepadanya.

“Kalau mau ganti gambar bisa ke saya pak. Harganya Rp1,5 juta,” kata Wildan menirukan ucapan orang tersebut.

Dia menilai, dinas tersebut coba mencari keuntungan lewat gambar.

“Dengan upah gambar Rp1,5 juta. Mereka nyari untung itu,” katanya.

(ris/pb/halobogor)

pasang iklan halobogor

Bagikan ke

Trending