Kabupaten Bogor

Kamis, 27 Juni 2019 - 20:34 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Rachmat Yasin

Rachmat Yasin

Rachmat Yasin: Saya Terima Penetapan Tersangka oleh KPK

HALOBOGOR.id — Mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin (RY) menyatakan bahwa dirinya akan menghadapi sangkaan yang ditujukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun dia masih menimbang siapa yang akan ditunjuk menjadi kuasa hukum.

Ketika ditemui awak media di kediaman, Kampung Dramaga Tanjakan RT003/005, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, Rabu (27/6/2019) malam, Rachmat Yasin mengaku telah mendapat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK pada 29 Mei 2019.

“Sebetulnya saya sudah mendapat, apa namanya, pemberitahuan itu dari tanggal 29 ya, 29 Mei 2019. Sebelum lebaran, masih puasa. Dan sifatnya pemberitauan itu SPDP dan baru kemarin (Selasa, 24 Juni 2019) konferensi persnya kan,” jelas RY.

Namun, dia belum mengetahui lebih jelas pelanggaran yang dilakukannya. “Saya juga belum terlalu jauh tahu materi. Hanya memang kepada saya diduga melakukan pelanggaran UU Tipikor. Karena sifanya baru pemberitahuan, saya belum bisa bicara apa-apa,” katanya.

RY disangka melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Kabarnya saya juga dengar dari berita, baca berita bahwa sekarang sedang pemeriksaan saksi-saksi. Materinya seperti apa dan sebagaimnya, saya belum bisa bisa ngomong karena memang saya belum mendapatkan panggilan. Itu tanggapan saya. Saya belum bisa masuk ke materi karena saya belum tahu materinya apa,” kata dia.

“Saya belum ngerti jadi pemotongan seperti apa. Itu kan baru ungkapan sepihak dari yang sudah dilidik atau disidik oleh teman-teman penyidik KPK,” lanjutnya.

Ditanyakan soal adanya permintaan kutipan sejumlah uang kepada SKPD saat dia menjabat bupati, RY mengaku masih bersabar. “Ya, kampanye selesai tahun 2013. Mereka (SKPD) disidik tahun 2014. Yang pasti, ya itulah saya nggak mau masuk materi dulu. Nanti aja, harus bersabar,” katanya.

Andaikan dipanggil KPK, RY mengaku sudah siap. “Belum. Kalau ada panggilan pasti saya sudah berangkat. Baru pemberitahuan saja (SPDP),” kata dia.

Dalam kasus terbarunya itu, KPK menemukan masih adanya sejumlah penerimaan diduga gratifikasi oleh Rahmat Yasin yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bogor.

Pada perkembangannya, KPK lantas membuka penyelidikan baru dari kasus yang bermula dari alih fungsi lahan itu. Penetapan tersangka atas Rahmat Yasin itu sendiri dibenarkan Jurubicara KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di gedung Merah Putih, Jakarta.

“Setelah terdapat bukti permulaan yang cukup, KPK membuka penyidikan baru dan menetapkan RY, Bupati Bogor periode 2009-2014 sebagai tersangka,” beber Febri, Selasa (2/6/2019).

Febri menjelaskan, Rahmat Yasin diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor sebesar Rp8.931.326.223 yang digunakannya untuk biaya Pilkada 2013 dan Pileg 2014 lalu.

Tak hanya gratifikasi berupa uang, KPK menduga Rahmat Yasin juga menerma gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, serta mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta.

(ris/halobogor)

pasang iklan halobogor

Baca Lainnya
x