Kota Bogor

Minggu, 21 Juli 2019 - 14:39 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Tugu Kujang Bogor

Tugu Kujang Bogor

Udara di Bogor Terasa Dingin di Malam Hari? Ini Penyebabnya

HALOBOGOR.id — Beberapa hari belakangan ini suhu udara yang berada di Kota Bogor dan sekitarnya terasa berbeda dari biasanya. Hal tersebut sangat terasa pada malam hari. Namun ternyata, Monsoon Dingin Australialah  yang menjadikan udara di Kota Bogor terasa dingin pada malam hari.

“Adanya pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia atau disebut dengan Monsoon dingin Australia jadi salah satu penyebabnya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Bogor, Hadi Saputra kepada Radar Bogor, kemarin (19/7).

Tak hanya itu, faktor lainnya juga tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan. Tetapi, langsung terbuang dan hilang ke angkasa.

Baca Juga: Akhir Pekan, Puncak Bogor Macet Parah Sepanjang 20 Kilometer

“Kandungan air di dalam tanah menipis, kandungan uap air di udara juga rendah yang dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara,” ungkapnya.

Menurut BMKG, kondisi ini akan berlangsung hingga Agustus mendatang dengan suhu udara minimum mencapai 19 derajat Celcius di wilayah Kota Bogor.

“Wilayah Kota Bogor ketika malam menjelang pagi suhu minimumnya 19 derajat, biasanya 21 sampai 23 derajat, sementara siangnya lebih panas, 33 derajat dari biasanya 30 atau 31 derajat, itu untuk seluruh wilayah Bogor kecuali wilayah menuju ke Puncak,” beber Hadi.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat melakukan antisipasi agar tak terserang penyakit. Mulai dari menggunakan pakaian atau selimut tebal ketika malam hari, menggunakan krim atau pelembab kulit agar tidak terlalu kering, makan cukup dan minum minuman yang hangat serta cukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi.

“Masyarakat juga mesti waspada karena akan ada potensi peningkatan penyakit pernapasan yang diakibatkan virus atau bakteri, kulit dan bibir menjadi kering, mimisan dan jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh atau hipotermia,” pungkasnya.

(ris/halobogor)

pasang iklan halobogor

Baca Lainnya
x