Kabupaten Bogor

Sabtu, 5 Oktober 2019 - 13:45 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Kediaman Dosen IPB, Abdul Basith di Pakuan Regency Bogor.

Kediaman Dosen IPB, Abdul Basith di Pakuan Regency Bogor.

Pengacara Abdul Basith Beberkah Beberapa Poin Mengejutkan, Apa Itu?

HALOBOGOR.id — Pengacara Abdul Basith alias AB, Gufroni, beri tanggapan  perihal pemberitaan belakangan ini terkait penangkapan dan penahanan Abdul Basith oleh penyidik Polda Metro Jaya pada 28 September 2019.

Pihaknya selaku kuasa hukum Abdul Basith dari Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah harus menyampaikan beberapa hal terkait proses hukum yang berjalan.

“Penyampaian ini penting karena pemberitaan di media cenderung tidak berimbang dan proporsional yang merugikan pribadi klien kami dan masyarakat luas yang membaca berita-berita yang tersebar di berbagai media,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya yang melanasir dari laman Pojokbogor.com, Jumat (4/10/2019).

Beberapa poin yang disampaikan, jelasnya, pihaknya selaku kuasa hukum menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Bahwa pada proses hukum yang berjalan, kuasa hukum telah melakukan langkah-langkah hukum untuk pembelaan diri klien kami, termasuk meminta proses hukum dilakukan dengan melibatkan kuasa hukum,” lanjutnya.

Lalu yang ketiga, pihaknya telah menemui kliennya di Polda Metro, dimana Abdul Basith telah bercerita kepada Tim Penasehat Hukum terkait tuduhan atau sangkaan yang dialamatkan kepada kliennya itu.

“Bahwa sampai hari ini, penyidik baru memberikan Surat Penangkapan dan Surat Penahanan, sedangkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Penggeledahan beserta Berita Acara Penggeledahan, dan Surat Penyitaan beserta Berita Acara Penyitaan belum diberikan kepada kuasa hukum meskipun sudah diminta,” akunya.

Dalam surat tersebut, menurutnya, hak dari kliennya dan keluarganya yang wajib dipenuhi penyidik sebagaimana diatur Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Menurut penuturan klien kami, yang mengarsiteki dan mendanai serta menginisiasi hal-hal yang dituduhkan bukanlah klien kami, melainkan beberapa orang ‘terpandang’,” tegasnya.

Ia juga mengaku heran dan kaget dengan narasi yang beredar dan terbangun di media, bahwa kliennya seolah menjadi aktor utama, inisiator, dan penyandang dana kasus yang dituduhkan.

“Kami berharap penyidik Polda Metro memberikan hak-hak tersangka sebagaimana dimaksud di atas dan menyidik kasus ini secara utuh. Kami berharap penyidik dapat mengusut kasus ini secara profesional sesuai dengab prinsip due process of law, dan tidak memberatkan klien kami,” ujarnya.

Pada proses hukum yang adil, profesional, dan transparan, terangnya, kliennya nantinya dapat didakwa dan diadili sesuai dengan derajat kesalahannya dan tidak didakwa dengan perbuatan yang sesungguhnya tidak pernah dilakukan.

“Kami menyayangkan adanya berita, foto dan video yang berkaitan dengan klien kami di media sosial yang diedarkan oleh akun-akun media sosial yang selama ini punya reputasi sebagai pengedar berita, foto dan video yang tidak jelas kebenarannya dan tendensius. Kami mohon peredaran itu dihentikan dan masyarakat tidak mempercayai begitu saja berita, foto dan video tersebut,” pungkasnya.

(ris/pb/halobogor)

pasang iklan halobogor

Baca Lainnya
x